Dalam blog ini kami akan membagi sedikit pengalaman kami berlima dalam perjalanan 9 hari 8 malam ke beberapa negara di Asia Tenggara antara lain Kuala Lumpur, Phuket, Bangkok, Pattaya dan Ho Chi Minh City (2 org menyusul kemudian mulai dari hari kedua malam di Bangkok). Cerita ini akan dibagi dalam beberapa bagian. Pada bagian pertama akan menceritakan pengalaman kami mulai dari bagaimana kami mencari dan meng-arrange tiket pesawat, jadwal dan penginapan hingga awal perjalanan kami mulai dari Cengkareng hingga Kuala Lumpur. Semoga pengalaman ini bs bermanfaat bagi temen2 yg juga akan melakukan perjalanan yg sama.
Tiket pesawat kami beli online. AirAsia lah maskapai pilihan kami yg setahu kami memasang tarif paling murah. Waktu yg kami punya hanya 9 hari dari Sabtu 17 Okt 2009 sampe hari Minggu di minggu berikutnya tanggal 25 Okt 2009. Kami atur jadwal sendiri. Jakarta-KL Sabtu Pagi tanggal 17 Okt dg harga 350rban rp, KL-Phuket Minggu Pagi 18 Okt dg harga 500rban rp, Phuket-Bangkok Selasa Malam 20 Okt dg harga 280rban rp, Bangkok-Ho Chi Minh City Jum'at Sore 23 Okt dg harga 820rban rp, HCM City-Jakarta Minggu Malam 25 Okt dg harga 420rban rp. Total sekitar 2.4 jtan rp. Semua ini kami siapkan sekitar 1.5 bulan sebelum keberangkatan.
Kami bagi beberapa org utk bertanggung jawab mencari info mengenai Kuala Lumpur, Phuket, Bangkok & Pattaya, serta HCM City. Org yg mendapat bagian kota tertentu bertanggung jawab menyusun rencana kegiatan kami di kota tsb mulai dari penginapan, tempat wisata yg akan dikunjungi hingga jadwal kegiatan secara kasar. Info mengenai tempat wisata dan penginapan di tiap tempat kami cari melalui internet.
Sebelum berangkat dari rumah ke bandara, perlengkapan yang musti dibawa harus dicek kembali, jangan sampai ada yang tertinggal, terutama Paspor, kartu NPWP dan semua tiket pesawat. Pulpen juga sangat berguna. Penerbangan Airasia dari Jakarta ke Kuala Lumpur kami berangkat jam 06.25 WIB. Waktu check-in adalah 2 jam sebelum jam keberangkatan. Jadi paling lambat jam 05.00 WIB dah harus sampai bandara. Terminal keberangkatan Airasia internasional adalah terminal 2D. Pada saat check-in akan diberi Indonesia departure-arrival card. Airport Tax dibayarkan pada saat check-in. International Airport Tax adalah Rp 150rb. Setelah check-in selesai, langsung ke loket klaim bebas fiskal. Jalan lurus dari arah check-in tadi, melewati gate pemeriksaan imigrasi di sebelah kiri dan loket klaim bebas fiskal ada di sebelah kanan. Yang perlu disiapkan adalah kartu NPWP dan boarding pass yang kemudian akan ditempel stiker bebas fiskal di boarding pass kita oleh petugas. Setelah itu, kami mengisi Indonesia departure-arrival card. Setelah diisi lengkap, kami langsung menuju ke loket imigrasi. Paspor dan boarding pass disiapkan. Petugas akan memeriksa dan akan memberikan cap di paspor kita dan bagian departure card akan dirobek dan diambil petugas. Petugas akan mengembalikan paspor, boarding pass dan arrival card. Seanjutnya langsung menuju ruang tunggu. Sebelum masuk ruang tunggu, barang2 kami dicek lagi lewat mesin scanner. Seperti umumnya penerbangan internasional, cairan lebih dari 100 ml dilarang untuk dibawa. Total cairan yang dibawa tidak boleh lebih dari 1 lt. Di sini, semua benda dari logam yang dipakai disuruh lepas seperti jam tangan, ikat pinggang. Selain itu, dompet dan HP juga dikeluarkan. Setelah lolos dari pemeriksaan ini, langsung boarding, kami menyerahkan paspor dan boarding pass ke petugas. Setelah selesai, kita tinggal menunggu panggilan untuk masuk ke pesawat. Perjalanan udara dr Jakarta ke Kuala Lumpur ditempuh kurang lebih 2 jam.
KUALA LUMPUR (17 – 18 OKTOBER 2009)
Kami mendarat di LCCT Airport Kuala Lumpur kurang lebih jam 09.25 waktu setempat. Ada perbedaan 1 jam antara Jakarta dan Kuala Lumpur, waktu Kuala Lumpur lebih cepat 1 jam. Di dalam pesawat, dibagikan Malaysia departure-arrival card. Kartu ini segera kami isi. Setelah keluar dari pesawat, kami melewati loket imigrasi Malaysia (bagian untuk foreigner). Paspor dan kartu yang telah diisi diserahkan ke petugas. Mereka memeriksa dan bertanya akan berapa lama tinggal di Malaysia. Paspor akan dicap dan bagian arrival card akan diambil. Paspor dan bagian departure card dikembalikan ke kami. Kemudian kami melewati pemeriksaan barang lagi dan menuju ke luar. Di dekat pintu keluar kami menemukan loket pembelian tiket bus LCCT – KL Sentral di sebelah kiri. Ada 2 macam bus, Skybus (warna merah punyanya airasia) dengan harga tiket 9 ringgit dan Aerobus (warna kuning) dengan harga tiket 8 ringgit. Kami pilih naik aerobus karena lebih murah. Bus ini berangkat setiap 15 menit sekali. Kalo beli tiket PP langsung hanya 14 ringgit, tiket bisa digunakan kapanpun asal masih dalam range waktu 1 bulan sejak pembelian, bisa menghemat 2 ringgit PP.
Tiket pesawat kami beli online. AirAsia lah maskapai pilihan kami yg setahu kami memasang tarif paling murah. Waktu yg kami punya hanya 9 hari dari Sabtu 17 Okt 2009 sampe hari Minggu di minggu berikutnya tanggal 25 Okt 2009. Kami atur jadwal sendiri. Jakarta-KL Sabtu Pagi tanggal 17 Okt dg harga 350rban rp, KL-Phuket Minggu Pagi 18 Okt dg harga 500rban rp, Phuket-Bangkok Selasa Malam 20 Okt dg harga 280rban rp, Bangkok-Ho Chi Minh City Jum'at Sore 23 Okt dg harga 820rban rp, HCM City-Jakarta Minggu Malam 25 Okt dg harga 420rban rp. Total sekitar 2.4 jtan rp. Semua ini kami siapkan sekitar 1.5 bulan sebelum keberangkatan.
Kami bagi beberapa org utk bertanggung jawab mencari info mengenai Kuala Lumpur, Phuket, Bangkok & Pattaya, serta HCM City. Org yg mendapat bagian kota tertentu bertanggung jawab menyusun rencana kegiatan kami di kota tsb mulai dari penginapan, tempat wisata yg akan dikunjungi hingga jadwal kegiatan secara kasar. Info mengenai tempat wisata dan penginapan di tiap tempat kami cari melalui internet.
Sebelum berangkat dari rumah ke bandara, perlengkapan yang musti dibawa harus dicek kembali, jangan sampai ada yang tertinggal, terutama Paspor, kartu NPWP dan semua tiket pesawat. Pulpen juga sangat berguna. Penerbangan Airasia dari Jakarta ke Kuala Lumpur kami berangkat jam 06.25 WIB. Waktu check-in adalah 2 jam sebelum jam keberangkatan. Jadi paling lambat jam 05.00 WIB dah harus sampai bandara. Terminal keberangkatan Airasia internasional adalah terminal 2D. Pada saat check-in akan diberi Indonesia departure-arrival card. Airport Tax dibayarkan pada saat check-in. International Airport Tax adalah Rp 150rb. Setelah check-in selesai, langsung ke loket klaim bebas fiskal. Jalan lurus dari arah check-in tadi, melewati gate pemeriksaan imigrasi di sebelah kiri dan loket klaim bebas fiskal ada di sebelah kanan. Yang perlu disiapkan adalah kartu NPWP dan boarding pass yang kemudian akan ditempel stiker bebas fiskal di boarding pass kita oleh petugas. Setelah itu, kami mengisi Indonesia departure-arrival card. Setelah diisi lengkap, kami langsung menuju ke loket imigrasi. Paspor dan boarding pass disiapkan. Petugas akan memeriksa dan akan memberikan cap di paspor kita dan bagian departure card akan dirobek dan diambil petugas. Petugas akan mengembalikan paspor, boarding pass dan arrival card. Seanjutnya langsung menuju ruang tunggu. Sebelum masuk ruang tunggu, barang2 kami dicek lagi lewat mesin scanner. Seperti umumnya penerbangan internasional, cairan lebih dari 100 ml dilarang untuk dibawa. Total cairan yang dibawa tidak boleh lebih dari 1 lt. Di sini, semua benda dari logam yang dipakai disuruh lepas seperti jam tangan, ikat pinggang. Selain itu, dompet dan HP juga dikeluarkan. Setelah lolos dari pemeriksaan ini, langsung boarding, kami menyerahkan paspor dan boarding pass ke petugas. Setelah selesai, kita tinggal menunggu panggilan untuk masuk ke pesawat. Perjalanan udara dr Jakarta ke Kuala Lumpur ditempuh kurang lebih 2 jam.
KUALA LUMPUR (17 – 18 OKTOBER 2009)
Kami mendarat di LCCT Airport Kuala Lumpur kurang lebih jam 09.25 waktu setempat. Ada perbedaan 1 jam antara Jakarta dan Kuala Lumpur, waktu Kuala Lumpur lebih cepat 1 jam. Di dalam pesawat, dibagikan Malaysia departure-arrival card. Kartu ini segera kami isi. Setelah keluar dari pesawat, kami melewati loket imigrasi Malaysia (bagian untuk foreigner). Paspor dan kartu yang telah diisi diserahkan ke petugas. Mereka memeriksa dan bertanya akan berapa lama tinggal di Malaysia. Paspor akan dicap dan bagian arrival card akan diambil. Paspor dan bagian departure card dikembalikan ke kami. Kemudian kami melewati pemeriksaan barang lagi dan menuju ke luar. Di dekat pintu keluar kami menemukan loket pembelian tiket bus LCCT – KL Sentral di sebelah kiri. Ada 2 macam bus, Skybus (warna merah punyanya airasia) dengan harga tiket 9 ringgit dan Aerobus (warna kuning) dengan harga tiket 8 ringgit. Kami pilih naik aerobus karena lebih murah. Bus ini berangkat setiap 15 menit sekali. Kalo beli tiket PP langsung hanya 14 ringgit, tiket bisa digunakan kapanpun asal masih dalam range waktu 1 bulan sejak pembelian, bisa menghemat 2 ringgit PP.

Lama perjalanan dari LCCT ke KL Sentral kurang lebih 1 jam. Sampai KL Sentral kami mencari tempat makan di foodcourt lantai paling atas. Harga sekali makan di sini berkisar 7 ringgit. Makanan yang direkomendasiin antara lain nasi lemak (standnya ada di ujung sebelah kiri sama sup daging (di ujung sebelah kanan). Jangan beli nasi pake lauk yang diambil sendiri. Bisa dihargai mahal. Setelah selesai makan, sekitar jam setengah 1 siang kami titipkan semua tas ransel kami ke tempat penitipan tas dengan ongkos titip per tas 3 ringgit. Kemudian kami mencari tiket bus untuk ke Genting Highland jam 1 tapi tiketnya habis dan ada lagi untuk jam 3. Kami pun ditawari taksi borongan. Berlima 1 taksi, bayarnya 110 ringgit dan kami pilih itu. Lumayan berdesakan juga di belakang selama perjalanan kurang lebih 30 - 45 menit. Sampe stasiun skyway Genting Highland, kami foto2 bentar, trus langsung cari tempat sholat dan sebagian membeli tiket skyway seharga 10 ringgit per orang dan sebagian beli tiket bus untuk kembali ke KL Sentral (sekitar 5 ringgit).
Karna lama ga ketemu2 musholanya akhirnya kami putuskan untuk langsung ngantri naik skyway. Setelah lama dan panjang mengantri akhirnya kami naik juga. Pertama naik sempat takut juga karena tinggi banget. Jalurnya pun naik banget dan di beberapa tempat ada turunan juga. Tapi lama kelamaan terbiasa juga, meskipun ada juga yang masih takut. Perjalanan ke atas (Genting Highland) kurang lebih 15 menit. Sampe atas, udara dingin sangat terasa. Keluar dari kereta, kami langsung masuk ke bangunan menyerupai mal. Di dalam banyak toko2 dan restoran. Kami langsung mencari tempat sholat. Kemudian kami jalan menyusuri mal dan kami juga sempat keluar sebentar untuk foto2 dan menikmati udara luar. Ternyata di luar lebih dingin dibanding di dalam gedung ber-AC. Setelah itu kami menuju ke ke bawah, ke arah tempat permainan, namun kami cuma liat2 dan foto2.
Setelah itu kami kembali menuju stasiun tempat naik kereta skyway lagi. Kali ini jalanannya turun. Lebih serem daripada saat naik. Rasa takut pun kembali datang tapi segera terbiasa lagi, kecuali yang tetap takut. Sampe stasiun di bawah, ternyata 1 dari teman kami merasa ketinggalan kacamata dan kemungkinan besar ketinggalan di dalam kereta. Kami putuskan 3 orang ke tempat pemberangkatan bus di bawah dan 2 org tinggal untuk mencari kacamata. Kami ketinggalan bus yang berangkat sesuai dengan yg tertera pada tiket kami. Untungnya tiket bus ini bisa dipakai untuk bus yang berikut2nya. Tapi ya konsekuensinya naiknya belakangan setelah semua penumpang dengan tiket sesuai jam keberangkatannya udah naik semua. Dan kami bertiga naik bus menuju KL Sentral.


Sampai KL Sentral kami mencari tempat sholat maghrib kemudian makan di foodcourt lagi sambil menunggu 2 teman kami datang dari Genting Highland. Setelah 2 teman kami datang dan semua selesai makan, kami segera mengambil tas di penitipan kemudian langsung mencari hotel di dekat2 KL Sentral. Kami berjalan kaki keluar kompleks KL Sentral ke arah tenggara, kemudian menyebrang Jalan Raya Tun Sambanthan ke tenggara kemudian terus ke tenggara dan menuju Jalan Thambipillay yg berada di tenggara Jalan Tun Sambanthan dan sejajar dengan jalan tsb. Ada beberapa hotel di Jalan Thambipillay dan yg termurah yg kami temukan adalah Hotel Lido. Kami menyewa satu kamar dengan 3 double bed (bisa untuk 6 org) seharga 90 Ringgit semalam. Fasilitasnya lumayan lengkap, ada kamar mandi dalam (meskipun pintunya ga menutup sampe atas, tapi dah lumayan tinggi, lebih dari tinggi badan kami), TV dan AC.
Setelah beristirahat sejenak kami langsung kluar menuju KL Sentral lagi dan naik rapid KL ke KLCC (Petronas Twin Tower). Harga tiket rapid KL KL Sentral – KLCC PP 3,2 ringgit. Tiket bisa dibeli di loket atau di mesin otomatis. Kami beli di loket, karena susah juga mau pake mesin otomatis, bingung cara makenya. Tiket kereta ini berupa kartu (mirip kayak tiket busway di Jakarta) dan untuk masuk kita musti masukin ke alat di samping gate dan gate akan terbuka kemudian kita lewat dan kartu akan muncul lagi di ujung gate. Jangan sampe lupa ngambil kartunya lagi. Kalo ga ada kartu ini, kita ga bisa kluar dari dalam stasiun tujuan. Setelah nunggu kereta datang, kami pun naik.
Kami turun di stasiun KLCC. Stasiun kereta KLCC ni bagian dari bangunan KLCC itu sndiri. Jadi kluar langsung masuk KLCC. KLCC adalah mal yg merupakan bagian bawah dari Twin Tower. Dalamnya ga jauh beda ma Senayan City atau mal-mal besar di Jakarta.
Kami pun mencari jalan keluar untuk mencari spot untuk foto berlatar Twin Tower. Akhirnya kami menemukan bagian depan dari Twin Tower yang ada air mancurnya. Di sini tempat yang pas buat foto2.
Setelah lama dan puas foto2, kami kembali ke stasiun rapid KL di dalam KLCC. Kata petugas, kereta terakhir ke KL Sentral berangkat jam 11.15. Sampai Sampai KL Sentral kami langsung kembali ke hotel buat mandi. Setelah selesai mandi, kami keluar cari tempat nongkrong sekalian makan. Kami makan di tepi jalan besar dekat KL Sentral di Hotel tempat pertama kami bertanya pas nyari hotel tadi. Makanan di sini berkisar 5 ringgit 1 porsinya. Minum berkisar 1 - 2 ringgit. Setelah itu, kami balik lagi ke hotel dan istirahat. Jam 3 pagi bangun trus mandi. Jam 4 kami berangkat dari KL Sentral ke bandara LCCT naik bus yang sama seperti waktu dari bandara. Pesawat kami ke Phuket berangkat jam 7.25 waktu setempat. Sampai bandara ternyata banyak orang yg tidur di lantai pakai alas seadanya menunggu penerbangan mereka selanjutnya. Ini bisa jadi opsi untuk menghemat penginapan. Kami langsung check-in lewat mesin check-in otomatisnya Airasia.
Setelah itu kami pun sholat subuh dan cari sarapan dulu. Kami makan di Dairy Queen bandara. Harga sekali makan berkisar 9 – 10 ringgit per orang. Setelah selesai makan, kami masuk ke ruang tunggu. Prosesinya hampir sama seperti saat di bandara Cengkareng. Pemeriksaan barang disini juga ketat. Sabuk dan jam tangan juga musti dilepas. Saat di loket Imigrasi, Malaysia arrival card diserahkan juga. Jam 07.25 terbang ke Phuket. Selanjutnya bersambung ke Part 2. Semoga bisa segera diposting...
| Flight | Harga | IDR |
| Jakarta - KL | Rp 337.900 | 337.900 |
| Cengkareng Airport Tax | Rp 150.000 | 150.000 |
| KL - Phuket | 164 RM | 492.000 |
| Phuket - Bangkok | 864,9 THB | 259.470 |
| Bangkok - Saigon | 2690 THB | 807.000 |
| Saigon - Jakarta | 56 USD | 532.000 |
| Total Tiket Pesawat | 2.578.370 |
| Pengeluaran | RM | IDR |
| AeroBus LCCT - KL Sentral | 8,0 | 23.600 |
| Makan Siang di foodcourt KL Sentral | 7,0 | 20.650 |
| Penitipan Tas | 3,0 | 8.850 |
| Taksi ke Genting Skyway Station (110 RM/5) | 22,0 | 64.900 |
| Naik Skyway | 10,0 | 29.500 |
| Naik Bus Genting - KL Sentral | 5,0 | 14.750 |
| Makan Malam di foodcourt KL Sentral | 7,0 | 20.650 |
| Nginap di Hotel (90 RM/5) | 18,0 | 53.100 |
| Naik Rapid KL (KL Sentral - KLCC PP) | 3,2 | 9.440 |
| Nongkrong & Makan | 7,0 | 20.650 |
| AeroBus KL Sentral - LCCT | 8,0 | 23.600 |
| Sarapan di Dairy Queen Bandara LCCT | 10,0 | 29.500 |
| Total | 108 | 319.190 |
